| Tahun Baru Hijriyah 1433 |
بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
السَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
الْـحَمْدُ لِلهِ الَّذِي خَلَقَ كُلَّ شَيْء فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا وَأَتْقَنَ مَا شَرَعَهُ وَصَنَعَهُ حِكْمَةً وَتَدْبِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَكَانَ اللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ إِلَى الْـخَلْقِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا. (امابعد). فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَإِياَّيَ نَفْسِ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ الله تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ: يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin siding jum’ah yang dimuliakan Allah.
Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala, meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah SAW yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya, sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita di dalam surat Ali Imran ayat 102:
Hadirin jamaah jumat yang dimuliakan Allah.
Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. Dari hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan, tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah.
Hijrah dalam sejarah Islam adalah satu peristiwa monumental yang sangat penting bukan hanya bagi kehidupan Nabi Muhammad SAW, tapi juga bagi pertumbuhan dan perkembangan agama Islam. Peristiwa itu adalah hijratur rasul dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian kota ini dikenal menjadi “Madinah Al-Munawarah”.
Betapa pentingnya peristiwa ini, hingga diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anfaal ayat 74 yang artinya:
"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia"
Dalam catatan sejarah tentang peristiwa hijrah telah terjadi pada zaman rasul-rasul, seperti; Nabi Ibrahim as., Nabi Musa as., dan Nabi Muhammad SAW.
Hijrah Nabi Muhammad SAW bersama seluruh umat Islam adalah dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah). Para ulama membagi hijrah dalam pengertian, antara lain:
1. Keluar dari Darul Harb, yaitu hijrah dari negeri kafir ke negeri Muslim.
2. Pindah dari suatu negeri yang dilanda perang ke negeri yang aman.
Nilai-nilai dari hijrah adalah pindah dari keadaan hidup yang penuh penderitaan kepada keadaan hidup yang lebih baik, aman dan sejahtera.
Nilai-nilai yang perlu dijadikan mau’idhah yang sangat berharga, ialah antara lain:
1. Bahwa hijrah itu berlangsung atas izin Allah :
Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. Al-Anfal 30).Menurut Ibnu Abi Hatim berdasarkan keterangan dari Ibnu Abbas bahwa ayat 30 surat Anfal tersebut berkenaan dengan hasil rapat Pleno seluruh suku Quraisy yang bersepakat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Maka datanglah Jibril kepada beliau memerintahkan untuk tidak tidur di tempat tidurnya yang biasa, dan memberitahukan tentang rencana perbuatan makar kaum kafir Quraisy. Maka Rasulullah SAW pada malam itu tidak tidur di rumahnya, dan Allah memerintahkan/memberi izin untuk meninggalkan kota Makkah ke Yatsrib.
1. Peranan Generasi Muda Islam.
Peran Ali bin Abi Thalib dalam skenario Hijrah sesuai perintah dan izin Allah itu besar sekali peranannya. Ali yang masih muda belia memiliki keberanian luar biasa, ikhlas, berani mati, menggantikan Nabi Muhammad SAW tidur di rumah yang dikepung kafir Quarisy yang sudah merencanakan pembunuhan terhadap pengikut Nabi, dan beliau selamat. Sesudah Ali menyelesaikan urusan-urusan tersisa seperti menyerahkan beberapa barang titipan milik orang lain, ia menyusul Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ke Yastrib dengan berjalan kaki seorang diri yang berjarak + 425 km.
2. Membangun Masjid Yang Pertama Dalam Islam.
Bangunan yang pertama-tama didirikan Rasulullah ketika tiba di Quba + 17 km dari Madinah ialah sebuah masjid yang sampai dengan sekarang diziarahi oleh setiap jama’ah haji dan umroh dari berbagai pelosok dunia, 4 hari setelah itu Rasulullah dan rombongan meneruskan perjalanan ke Yastrib (Madinah sekarang) dan mendirikan pula Masjid Nabawi yang sangat terkenal di Madinah. Jadi yang pertama-tama dibangun oleh Nabi bukanlah rumah beliau atau istana yang megah, tetapi masjid tempat beribadah kepada Allah SWT. Dalam membangun masjid itu, Nabi turut bekerja dengan tangannya sendiri, bersama-sama kaum Muhajirin dan Anshor. Masjid tersebut merupakan sebuah ruangan terbuka yang luas, hanya sebagian beratap dengan daun dan pelepah korma dan sebagian lagi dibiarkan terbuka. Selesai masjid dibangun barulah dibangun pula rumah tempat tinggal Nabi bersama keluarganya yang serba sederhana, tetapi dari masjid dan rumah sederhana itulah memancarkan cahaya kemuliaan, kesucian rohani dan kehebatan kekuatan iman yang dapat menaklukkan Timur dan Barat di kemudian hari, makanya kota tersebut dinamakan Madinatul Munawaroh.
3. Ukhuwah Islamiyah
Nilai keempat yang patut kita renungkan dari peristiwa hijrah itu ialah dipersaudarakannya kaum Muhajirin yang hijrah dengan membawa penderitaan, kemiskinan dan kesusahan dengan kaum Anshor yang dengan segala keikhlasannya membantu saudara-saudaranya (Muhajirin). Dari kedua potensi Muhajirin dan Anshor inilah masyarakat Islam berkembang ke berbagai pelosok dunia yang bertolak belakang sekali dengan kenyataan kaum Muslimin beberapa abad kemudian. Ukhuwah Islamiyah itu secara pelan-pelan telah berubah menjadi barang langka, menjadi semakin asing dan yang tinggal hanyalah permainan kata yang tidak mempunyai makna sama sekali, silang sengketa, pergeseran tajam, permusuhan bahkan peperangan sesama muslim telah sering terjadi. Seolah-olah petunjuk dari ayat-ayat sebagai persaudaraan Islam serta fakta historis yang telah dibangun Rasulullah ini disepelekan, diletakkan ke pinggir di bawah kepentingan yang bermacam-macam.
4. Pembangunan Masyarakat Islam
Nilai ke-5 yang kita peroleh dari peristiwa hijrah ialah pembangunan rohani, mental dan iman yang kokoh menghadapi berbagai penderitaan selama 13 tahun di Mekkah, dilanjutkan dengan babak baru di Madinah. Aspek imani yang dibina di Mekkah seperti; sabar, tawakkal, ikhlas, percaya diri sendiri serta keyakinan tauhid kepada Allah dan sesudah tiba di Madinah diwujudkan secara nyata di dalam pergaulan kemasyarakatan. Aspek-aspek iman semakin diperdalam, aspek-aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya mulai ditata rapih menurut tuntunan Allah, sehingga terwujudlah bangunan masyarakat Islam yang pertama di Madinah.
Itulah sebagian kejadian yang berlangsung disekitar peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menjadi historis perjuangan Nabi dan para sahabat, serta menjadi teladan umatnya di kemudian hari sampai dengan kini. Tapi apakah saat-saat seperti pergantian tahun Hijriyah ini hanya cukup diperingati dengan mengagung-agungkan kesuksesan/kegemilangannya pada zaman Nabi itu. Walaupun terasa tahun demi tahun, demi syi’ar Islam, masyarakat tambah meriah menyambut tahun hijriyah ini bahkan mereka peringati dengan spanduk-spanduk, ucapan-ucapan, berpesta riya hingga meniru-niru perayaan pergantian tahun baru pada agama lain. Tentunya, bukan itu maksud kita memperingati pergantian tahun Hijriyah itu.Hadirin Jama’at jum’at yang dimuliakan Allah.
Semoga di tahun baru 1433 H ini kita mampu memberikan uswah al-hasanah sesama muslim, membangun mental dan iman yang kokoh menghadapi berbagai cobaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa. Amin Ya Robbal ‘Alamin.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ الله إِنَّ اللهَ يَأمُرُكُمْ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإيْتَائِ ذِى القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَر وَالبَغْى يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُم تَذَكَّرُون, فَذْكُرُا اللهَ العَظِيمِ يَذكُرُكُمْ وَلذِكْرُ الله أَكْبَرْ. اقيموا الصلاة.
